SEJARAH PENDIDIKAN PERSATUAN ISLAM (PERSIS)

  • kasman yunus Universitas Indonesia Timur
Keywords: Persis, Tokoh, Pemikiran, Pendidikan

Abstract

Tampilnya jam’iyyah Persatuan Islam (Persis) dalam pentas sejarah di Indonesia pada awal abad ke-20 telah memberikan corak dan warna baru dalam gerakan pembaruan Islam. Persis lahir sebagai jawaban atas tantangan dari kondisi umat Islam yang tenggelam dalam kejumudan (kemandegan berfikir), terperosok ke dalam kehidupan mistisisme yang berlebihan, tumbuh suburnya khurafat, bid’ah, takhayul, syirik, musyrik, rusaknya moral, dan lebih dari itu, umat Islam terbelenggu oleh penjajahan kolonial Belanda yang berusaha memadamkan cahaya Islam. Berbicara tentang organisasi Persis sangat menarik sekali untuk disimak dan dibahas lebih mendalam.Kajian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah Persis, tokoh-tokoh Persis dan pemikirannya, serta sejarah pendidikan Persis. Hasil kajian ini mengungkapkan bahwa lahirnya Persis diawali dengan terbentuknya suatu kelompok tadarusan (penalaahan agama Islam) di kota Bandung yang dipimpin oleh H. Zamzam dan H. Muhammad Yunus.Persis telah dipimpin oleh beberapa tokoh yang memiliki karakteristik pemikirannya masing-masing, di antaranya KH. Zamzam sebagai pendiri Persis. Ahmad Hasan sebagai guru utama sekaligus pendiri Persis. Mohammad Natsir sebagai ulama politikus. KH. E. Abdurrahman sebagai seorang ulama besar, ahli hukum yang tawadlu.Persis memberikan perhatiannya yang sangat besar di bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan ini, Persis mendirikan lembaga pendidikan mulai dari tingkat PAUD atau Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi, baik berbentuk madrasah, sekolah, maupun pesantren. Selain itu, Persis juga membuat kursus-kursus dan kelompok-kelompok diskusi. Terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari organisasi Persatuan Islam (Persis), namun Persis telah ikut serta menyemarakkan dan memberikan andil serta spirit yang cukup luar biasasesuai dengan ciri dan krakteristiknya berdasarkan dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. dalam rangka melakukan pembaharuan di Indonesia, terutama bagi umat Islam, baik dari segi ekonomi, politik, sosial kemasyarakatan maupun dalam bidang pendidikan. Maka perlu kiranya terus menjaga mempertahankan spirit tersebut, utamanya dalam rangka memberantas kebodahan, keterbelakangan, takhayul, bid’ah dan khurafat serta penjajahan terhadap bangsa Indonesia dengan melakukan pencerahan di kalangan umat Islam.

Published
2022-07-14
How to Cite
yunus, kasman. (2022). SEJARAH PENDIDIKAN PERSATUAN ISLAM (PERSIS). PENDAIS, 4(1), 34-57. Retrieved from https://uit.e-journal.id/JPAIs/article/view/1234
Section
Articles