HAKIKAT MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

  • mukti ali jarbi Universitas Indonesia Timur

Abstract

Hakikat manusia sebagaimana yang digambarkan dengan istilah al-basyar, al- insan, bani Adam dan al-nas merupakan kausa prima yang secara fitrah sebagai potensi dasar manusia sekaligus menjadi karakter personalitas dari eksistensi manusia. Manusia sebagai kausa material terdiri atas dua substansi, yaitu (1) Substansi jasad / materi, yang bahandasarnyaadalahdarimateri yang merupakan bagian dari alam semesta ciptaan Allah SWT. dan dalam pertumbuhan dan perkembangannya tunduk dan mengikuti sunnatullah (aturan, ketentuan hukum Allah yang berlaku di alam semesta); (2) Substansi immateri non jasadi yaitu penghembusan/peniupan ruh (ciptaan-Nya) kedalam diri manusia sehingga manusia merupakan benda organik yang mempunyai hakikat kemanusiaan serta mempunyai berbagai alat potensial dan fitrah. Pendidikan Islam untuk mencapai tujuannya sangat bergantung pada sejauh mana kemampuan umat Islam dalam mereinterpretasikan (menterjemahkan kembali) dan merealisasikan konsep tentang filsafat penciptaan manusia dan fungsi penciptaannya di dalam alam semesta ini. Untuk menjawab hal itu, maka pendidikan Islam dijadikan sebagai sarana yang kondusif bagi proses transformasi moral, ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya Islami dari satu generasi kepada generasi berikutnya.Untuk menjadi hamba Allah yang beriman

Published
2022-07-14
How to Cite
jarbi, mukti. (2022). HAKIKAT MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM. PENDAIS, 4(1), 58-75. Retrieved from https://uit.e-journal.id/JPAIs/article/view/1237
Section
Articles