Analisis Pengaruh Penerapan Sistem Hukum Eropa Kontinental dan Anglosaxon Dalam Sistem Peradilan di Negara Republik Indonesia

  • Al Habsy Ahmad Universitas Tomakaka Mamuju
Keywords: Law, System, Justice

Abstract

ABSTRACT: This research is based on the theoretical basis of the statutory regulations in Indonesia and the prevailing legal system in Indonesia and the judicial system in Indonesia. The legal system is a set of regulations containing orders and prohibitions made by the competent authority so that their enforcement can be enforced and functions to regulate society for the sake of creating order accompanied by sanctions for violations. The Indonesian legal system is something that has become a sustainable discourse, which not only involves legal experts and observers, but has also attracted various groups to share opinions. This is something that is understandable considering in reality there is almost no gap in life that is not intervened ' legals norm. From this formulation it is implied that conceptually only statutory regulations are the main foundation in the formation of law, jurisprudence which is the reference for common law is not mentioned as one of the priorities in the effort to form national law.

 ABSTRAK: Penelitian ini berdasarkan landasan teori tentang peraturan perudang-undangan di Indonesia dan Sistem hukum yang berlaku di Indonesia dan sistem peradilan di Indonesia. Sistem Hukum adalah sekumpulan peraturan yang berisi perintah dan larangan yang dibuat oleh pihak yang berwenang sehingga dapat dipaksakan pemberlakuannya berfungsi untuk mengatur masyarakat demi terciptanya ketertiban disertai dengan sanksi bagi pelanggarannya. Sistem Hukum Indonesia merupakan hal yang telah menjadi wacana berkelanjutan, yang tidak hanya melibatkan ahli dan pemerhati hukum, tetapi juga telah menarik kedalamnya berbagai kalangan untuk ikut menyampaikan pendapat. Ini merupakan sesuatu yang dapat dimengerti mengingat dalam kenyataannya hampir tidak ada celah kehidupan yang tidak ‘diintervensi’ norma hukum. Dari rumusan tersebut tersirat bahwa secara konsepsional hanya peraturan perundang-undangan yang menjadi sendi utama dalam pembentukan hukum, yurisprudensi yang menjadi acuan dari common law tidak disebut-sebut sebagai salah satu prioritas dalam upaya pembentukan hukum nasional.

References

Buku/Jurnal/Makalah

Abdul Manan, (2009), Aspek-Aspek Pengubah hukum, Prenada Media Group, Jakarta, hml. 35.

Bellefoid dalam Titik Triwulan Tutik, Pengantar ilmu Hukum, Jakarta: Prestasi Pustaka,2006, Hal 88.

Fabri, Marco. The challenge of change for judicial sistems, page 137(IOS press 2000)

Fikahati, (2010), Perbandingan Hukum Pidana Kontemporer.

Hamilton, marci. God vs. The gavel, page 296 (cambridge universty Press 2005)

Hilman H, (1992), Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia. Mandar maju, Bandung.

shak, (2008). Dasar-Dasar Ilmu Hukum. Sinar Grafika: Jakarta.

Kitab Advokat Indonesia, (2007), PT. Alumni, Penerbit PT. Alumni.

Koerniatmanto Soetoprawiro, Sejarah Rumpun Civil Law, Bahan Ajar Sejarah dan Politik Hukum Program Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan, (2014).

Kusumadi Pudjosewojo, (1997), Pedoman Pembelajaran Tata Hukum, Jakarta : Sinar Grafika.

M. Fauzan, (2006). Hakim Sebagai pembentuk "Hukum Yurisprudensi" di Indonesia, Majalah Hukum Varia Peradilan Edisi Maret.

Marwan, (2004), Pengantar Ilmu Hukum, Ghaila Indonesia: Bogor

Muchsin, (2005). Ikthisar Hukum Indonesia, Jakarta : Badan Penerbit IBLAM.

Munir fuady. (2013) Teori –Teoribesar (Grand Theory) dalam hukum. Prenadamedia Group: Jakarta.

Riduan Syahrani, (1999). Rangkuman Inti Sari Ilmu Hukum, Bandung : Citra Aditya Bakti.

Rosalie Targonski, (2007). Pemerintahan Amerika Serikat, United States Department of State, Romli Atmasasmita.

Rosjidi Ranggawidjaja, (1998). Pengantar Ilmu Perundang-undangan Indonesia, Mandar Maju, Bandung.

Soebekti, (1974). Hukum Adat Indonesia Dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung, Bandung : Alumni.

Soedjono dirdjsisworo, (2012) Pengantar Ilmu Hukum. PT Rajagrafindo persada: Jakarta.

Titik Triwulan Tutik, (2006). Pengantar ilmu Hukum, Jakarta: Prestasi Pustaka.

Zaeni Asyhadie, Arief Rahman, (2013) Pengantar Ilmu Hukum, PT Raja Grafindo Persada : Jakarta.

Internet

Andi sunarto, Perbandingan Sistem Hukum Anglosaxon dan Eropa Kontinental.Nartocalonlegislator.blogspot.comdiakses. 24 desember 2014

Susi Dwi Harijanti, Bolehkah Mengunakan Sistem Hukum Eropa Kontinental dan Angloxosan Bersamaan. http//www.Hukumonline.com.

(http://suriyadiadhi.blogspot.com/2011/04/perbandingan-sistem¬-hukumeropa.html)

http://nge-posting46.blogspot.com/2013/03/makalah-sistem-hukum-di-dunia.html

http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt52d0dd1656749/bolehkah-Menggunakan-sistem-hukum-eropa-kontinental-dan-anglo-saxon bersamaan?, di unduh pada tanggal 10 oktober 2014, pada pukul 11:03 WIB

http://salmantabir.wordpress.com/2011/05/05/pembangunan-hukum-yang-berkeindonesiaan/, di unduh pada tanggal 10 Oktober 2014

https://id.wikipedia.org/wiki/Hukum/kekuatanmoralyangmendasarisistemhukum/ di unduh pada tanggal 10 Oktober 2014

Published
2021-06-01
How to Cite
Ahmad, A. H. (2021). Analisis Pengaruh Penerapan Sistem Hukum Eropa Kontinental dan Anglosaxon Dalam Sistem Peradilan di Negara Republik Indonesia. PETITUM, 9(1), 51-65. https://doi.org/10.36090/jh.v9i1.997
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.