Uji Efektivitas Antibakteri Sediaan Susu Pembersih (Milk cleanser) Sari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Propionibacterium acne Penyebab Jerawat

  • Ariyani Buang Universitas Pancasakti Makassar
  • Suherman B Universitas Indonesia Timur
  • Agung Ayu Gita H Universitas Indonesia Timur
Keywords: Antibakteri, Belimbing Wuluh, Efektivitas, Propionibacterium acne, Susu Pembersih

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakterisediaan susu pembersih (Milk Cleanser) sari buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnepenyebab jerawat.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode difusi agar berlapis untukmenguji efek antibakteri dari sediaan formulasi milk cleanser sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)terhadap Propionibacterium acnepenyebab jerawat.Bahan uji dalam penelitian ini adalah berupa sediaan formulasi Milk Cleanser sari buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dengan menggunakan emulgator Novemer®, emulgator Tween 60 – Span 60, dan emulgator Tween 80 – Span 80. Hasil penelitian menunjukkan bahwasediaan susu pembersih (Milk Cleanser) sari buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki efektivitas dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnepenyebab jerawat. Sediaan susu pembersih(Milk Cleanser) sari buah Belimbing Wuluh menghasilkan rata-rata zona hambatan terhadap Propionibacterium acne yakni dengan emulgator Novemer®(Formula II) sebesar 11,70 mm, dengan emulgator Tween 60 – Span 60 (Formula III) sebesar 11,13 mm, dengan emulgator Tween 80 – Span 80 (Formula IV) sebesar 13,53 mm. Untuk kontrol positif (Formula V) sebesar 25,60 mm, kontrol negatif (Formula I) sebesar 8,36 mm.

References

Andriyanto, Nastiti K, Fitri Y. 2011. Potensi ekstrak etanol buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) sebagai alternatif sediaan diuretik alami. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. 9(2):78-84.
Anief, M. 2007. Apa yang Perlu Diketahui Tentang Obat. Cetakan Kelima. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ansel, H.C. 1989, Pengantar Bentuk Sediaam Farmasi. Edisi Keempat Tahun 2005. Penerbit Jakarta: Universitas Indonesia.
Asian B, 2008, Jenis Penyakit, http://www.anneahira.com,diakses tanggal 17 Juni 2018.Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI No. 1745 Tahun 2003 Kosmetik, Jakarta.
Brooks, G. F., Butel, J. S., & Morse, S. A., 2005, Mikrobiologi Kedokteran, Edisi 1, 34, 235, 328, 329, 362, Jakarta, Salemba Medika.
Choi JS, Lee K,2014. Antibacterial activity of the PholorotannisDieckol and Pholorofuroeckol-A from EckoloniaCavaAgaintsPropionibacterium acnes. Botanical Scinces. Elsevier.
Departemen kesehatan RI. 2014, Farmakope Indonesia edisi V, Direktorat Jenderal Pengawasan Obata dan Makanan RI, Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia , 2004, Ilmu Resep Teori jilid I,Jakarta.
Ditjen POM, 1985, Formularium Kosmetika Indonesia. Jakarta.
Djoko S dan Didik G, 2000, Ramuan Tradisional Untuk Penyakit Kulit, PT. Penebar Swadaya, Jakarta.
Edwin L.S., 2014, Potensi Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Sebagai Antipiretik Dengan Tiokus Putih Sebagai Model, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor.
Hartini S. et.al. 2012. Cara Paling Jitu Mengatasi Jerawat. CV. Andi Offset. Yogyakarta.
Idris, 2011. Dampak Kosmetik Bagi Kesehatan, diakses tanggal 21 april 2017. Julmiati, 2017. Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan Susu Pembersih (Milk Cleanser) Sari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa belimbi L.) Menggunakan Variasi Emulgator Non Ionik, F.MIPA, Universitas Pancasakti.
Kibbe, A.H., 2000, Handbook Of Pharmaceutics Excipient, Three Edition, American Pharmaceutical press, USA.
Khoiri, 2011, Bakteri, Mikrobiologi Umum, Multiply (on line) diakses tanggal 29 April 2017.
Lince M, Monalisa P, Rina W, 2009, Pengaruh Sari Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans.
Mukhlisoh, W. 2010 Pengaruh Ekstrak Tunggal dan Gabungan Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L) Terhadap Efektivitas Antibakteri Secara In Vitro, Skripsi, Universitas Islam Negeri Malang. Putra, W.S., 2013, Sehat Tanpa Dokter dengan Ramuan Herbal, Citra Media (Anggota IKAPI), Yogyakarta.
Retno I.S. Tranggono, 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Santoso, S., Santoso, D., dan Meylita, 2012, Efek Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai Penghambat Pembentukan Biofilm pada Staphylococcus aureus In Vitro, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.Veronika H.M, 2011, Aplikasi Pemanfaatan Tanaman Obat Untuk Berbagai Jenis Penyakit Kulit Dengan Menggunakan PHP MYSQL, Skrpsi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Wijayakusuma, H., Dalimarta, S., 2006, Ramuan Tradisional Untuk Pengobatan Darah Tinggi, 45-46, Jakarta, Penebar Swadaya.
Wirakusumah E. 2007. Cantik dan Awet Muda dengan Buah, Sayur dan Herbal. Penebar Plus. Depok.
Published
2019-02-28
How to Cite
Buang, A., B, S., & Gita H, A. (2019). Uji Efektivitas Antibakteri Sediaan Susu Pembersih (Milk cleanser) Sari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Propionibacterium acne Penyebab Jerawat. Majalah Farmasi Nasional, 16(1), 37-47. Retrieved from https://uit.e-journal.id/MFN/article/view/131

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.