Kontribusi Migran Bugis dalam Pengembangan Pendidikan Keagamaan di Bumi Cendrawasih

  • La Mansi Balai Penelitian Dan Pengembangan Agama Makassar
  • Hamsiati Hamsiati Balai Penelitian Dan Pengembangan Agama Makassar

Abstract

Sompe’ atau merantau adalah sistem sosial budaya yang telah mentradisi dalam kehidupan masyarakat Bugis. Eksistensi migran Bugis tidak diragukan lagi, baik di bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, agama dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran Migran Bugis dalam Pengembangan Pendidikan Keagamaan di Kabupaten Mimika Provinsi Papua. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kajian kualitatif deskriptif.Melalui rangkaian wawancara, observasi dan studi dokumen untuk menguraikan bagaimana peran migran Bugis di Kelurahan Koperapoka Kecamatan Mimika Baru Kabupaten Mimika Provinsi Papua. Hasil Penelitiannya menunjukkan bahwa motivasi awal masyarakat Bugis untuk bermigrasi ke Bumi Cendrawasih untuk mendapatkan tingkat ekonomi yang lebih baik dari pada hanya bekerja di kampung halaman. Keberadaan Masyarakat Bugis yang religius yang mayoritas mendiami Kelurahan Koperapoka memberi perhatian terhadap pendidikan keagamaan. Pendidikan  keagamaan berpusat di Masjid Al-Azhar Kota Timika. Masjid Al-Azhar yang  kepengurusannya didominasi oleh migran Bugis Membina 2 pendidikan Non Formal, yaitu Majelis Ta’lim Al Azhar dan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA). Pendidikan keagamaan di dua lembaga ini berfokus pada pelajaran membaca, tahfidz, muraja’ah alquran, pengajian rutin, belajar tajwid, ceramah agama, dan kepengurusan jenazah. Kesadaran masyarakat akan pendidikan  keagamaan  menjadikan kegiatan keagamaan di Bumi Cendrawasih tetap aktif dan berkembang.

Published
2020-05-02

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.